Kasus Infeksi Menular Seksual Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Edukasi Menjadi Kunci.
Penulis : Galuh Pradifta Marwata - 03 Januari 2026 | 14:45 WIB
Kasus Infeksi Menular Seksual Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Edukasi Menjadi Kunci.
Penulis : Galuh Pradifta Marwata - 03 Januari 2026 | 14:45 WIB
Source : Ilustrator
Cimahi, 03 Januari 2026 – Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan masyarakat. Meskipun informasi mengenai risiko dan pencegahannya semakin mudah diakses, angka kasus di berbagai wilayah menunjukkan bahwa kesadaran Masyarakat, khususnya remaja dan dewasa muda masih perlu diperkuat melalui edukasi yang tepat, terbuka, dan bertanggung jawab.
IMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, dan menular terutama melalui aktivitas seksual yang tidak aman. Beberapa jenis IMS yang paling sering ditemukan antara lain gonore, sifilis, klamidia, herpes genital, serta HIV. Tidak sedikit kasus yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah mengalami komplikasi.
Para tenaga kesehatan menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif. Penggunaan Alat Kontrasepsi secara konsisten, membatasi jumlah pasangan seksual, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian dari perilaku seksual yang aman. Selain itu, vaksinasi seperti vaksin HPV terbukti dapat menurunkan risiko kanker serviks dan penyakit terkait lainnya.
Edukasi sejak dini berperan penting dalam membentuk perilaku sehat. Remaja perlu memperoleh informasi yang benar, ilmiah, dan tidak menakut-nakuti, agar mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi. Peran keluarga, sekolah, dan Pendidikan Tinggi, serta fasilitas layanan kesehatan menjadi kunci dalam menciptakan ruang dialog yang terbuka dan tidak menghakimi.
Di sisi lain, stigma sosial terhadap penderita IMS masih menjadi hambatan serius. Banyak orang enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan atau disalahkan. Padahal, semakin cepat IMS terdeteksi, semakin besar peluang pengobatan berhasil dan komplikasi dapat dicegah. Layanan kesehatan yang ramah, menjaga kerahasiaan pasien, serta mudah diakses merupakan faktor penting dalam mengatasi masalah ini.
Dengan memperkuat edukasi, meningkatkan akses layanan, dan mengurangi stigma, diharapkan angka kasus IMS dapat ditekan. Perlindungan terhadap generasi muda bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan masa depan mereka.
.
.
Berita Selengkapnya : https://www.aditiasynexagroup.my.id/berita
________________________________
Penyunting : -